8 Tips Memilih Domain yang Bagus untuk Bisnis

strixstrix
Question

Memilih nama domain bisa diibaratkan seperti memberi nama kepada bayi yang baru lahir, cukup penting mengingat ini bisa menjadi nama seumur hidup dari bisnis yang dijalankan.

Ada banyak aturan dan tata cara yang perlu diperhatikan untuk bisa menemukan nama domain yang pas dan tepat sesuai bisnis yang anda jalankan.

Domain dan Ekstensi Domain

Sebelum lanjut ke tipsnya, ada baiknya pahami 2 konsep sederhana ini, domain dan ekstensi domain.

Domain adalah nama unik yang digunakan untuk mengidentifikasi nama suatu website.

Misalnya, Anda membuka situs facebook dengan alamat facebook.com. Nah, facebook.com tersebut disebut sebagai satu kesatuan domain.

Sementara, .com disebut sebagai ekstensi domain.

Ekstensi domain secara ringkas ada yang TLD dan ccTLD.

  • TLD merupakan top-level domain, seperti .com, .net, .org, .info, .biz, .xyz, .gov, dsb.
  • ccTLD merupakan country code top-level domain, seperti .co.id, .or.id, .biz.id, .ac.id, dsb.

Untuk memilih ekstensi yang tepat, cocok .com, .id, atau .co.id. Selengkapnya ini akan kita bahas berikut ini.

Tips Memilih Domain

 

1. Brandable
2. Pilih Ekstensi Populer
3. Mudah Diingat, Dieja, dan Ditulis
4. Hindari Menggunakan Tanda Hubung dan Angka
5. Sebaiknya Hindari Menggunakan Nama Domain Bekas
6. Jangan Gunakan Merk Dagang Pihak Lain
7. Perhatikan Umur Domain
8. Tips Tambahan: untuk Anda yang memiliki brand.

strixstrix
Answer

1. Brandable

Bagi Anda yang telah memiliki nama usaha atau brand sendiri, gunakan saja nama usaha/brand tersebut sebagai nama domain.

Misalnya, toko butik hana. Ide domain yang bisa digunakan, yakni butikhana.com, butikhana.id, butikhana.co.id, atau hanabutik.com.

Bila Anda punya klinik kecantikan dengan nama, Eka Beauty, salah satu pilihannya ekabeauty.com.

Begitu pula untuk nama usaha lain.

Bagaimana bila belum punya nama usaha?

Ya, mulai dipikirkan.

Apakah harus mengandung kata kunci?

Tidak harus.

Bukannya lebih bagus untuk SEO bila menggunakan domain mengandung kata kunci?

Untuk 2020, teknik ini sudah tidak relevan. Karena Google telah memperbarui algoritma mereka, hal ini berkaitan dengan update algoritma EMD (exact-match-domain).

Sama saja antara domain brand atau mengandung kata kunci. Bila target pasar Anda lebih familiar dengan yang mengandung kata kunci, ya boleh-boleh saja menggunakan domain tersebut.

Brand juga boleh, sekalian sebagai branding usaha Anda di pengguna internet.

Saran dari saya, sebaiknya gunakanlah brand sebagai domain.

 

2. Pilih Ekstensi Populer

Bila domain dengan ekstensi .com masih tersedia, disarankan agar Anda menggunakan domain tersebut.

Alasannya, mayoritas pengguna internet sudah tidak asing lagi dengan .com. Penyebutannya juga sudah familiar.

Ekstensi berikutnya yang juga kerap digunakan, seperti .net, .id, atau .co.id.

Bila usaha Anda berada di kategori tertentu, ada beberapa ekstensi lain yang lebih cocok, berikut listnya.

Ekstensi untuk tujuan tertentu.

Ekstensi

Tujuan

.org

Organisasi atau komunitas

.edu

Education

.sch.id

Sekolah

.or.id

Organisasi (Indonesia)

.ac.id

Academy (Universitas, dsb)

 

Sebaiknya Hindari Ekstensi Gratisan

Bila .com, .net, .co.id merupakan ekstensi yang berbayar (per tahun) terdapat ekstensi lain yang gratis, seperti .ga, .tk, .ml, .cf, atau .gq.

Sebaiknya Anda hindari menggunakan ekstensi-ekstensi tersebut, alasannya:

  • Terkesan tidak profesional
  • Biasanya digunakan untuk blog spam
  • Tidak familiar di pengguna internet secara umum

 

3. Mudah Diingat, Dieja, dan Ditulis

Usahakan dalam satu atau beberapa kali mengunjungi pengguna internet mudah dalam mengingat domain Anda.

Triknya, agar mudah diingat gunakan saja kata atau istilah yang sudah umum di masyarakat.

  • Gabungan dua kata: indimart.id, gardaponsel.com, dsb.
  • Penambahan suffix: -nesia, -siana, -pedia, -loka, -i, -o, dsb.

 

4. Hindari Menggunakan Tanda Hubung dan Angka

Tanda hubung, baik strip (-) dan angka tidak disarankan digunakan sebagai nama domain.

Alasannya karena cukup sulit diucapkan dan menimbulkan potensi salah pemahaman terhadap domain.

Misalnya, domain halo12.com.

Ada kemungkinan pengguna internet mengetikkan haloduabelas.com atau halosatudua.com. Begitu pula dengan tanda hubung -.

strixstrix
Answer

5. Sebaiknya Hindari Menggunakan Nama Domain Bekas

Domain bekas adalah domain yang sudah pernah digunakan sebelumnya oleh orang lain.

Alasannya karena domain bekas berpotensi mengandung konten negatif oleh pemilik sebelumnya, pornografis, judi, web spam, atau konten negatif lainnya.

Untuk mengeceknya kunjungi https://whois.domaintools.com/ lalu masukkan ide domain Anda.

Apabila hasilnya Deleted and Available Again, berarti domain tersebut pernah digunakan sebelumnya.

Sementara, bila domain statusnya Never Registered Before, maka domain tersebut merupakan domain baru.

Bila Anda masih menginginkan domain tersebut, coba cek kontennya dengan https://web.archive.org/. Pastikan konten website tersebut jauh dari konten-konten negatif.

Lalu, cek pula history backlinknya, bila sumber backlink jauh dari sumber konten negatif (porn, judi, dsb). Ya, bisa Anda ambil.

Contoh berikut adalah sumber backlink yang bagus.

 

6. Jangan Gunakan Merk Dagang Pihak Lain

Misalnya Anda berjualan gadget dengan brand tertentu. Lalu, memesan domain asusbekasi.com. Tindakan ini tidak disarankan. Bila tanpa izin bisa berakibat pada ranah hukum.

Solusinya bagaimana?

Gunakan saja domain yang mengarah pada topik gadget, misalnya gardaponsel.com, bekasiponsel.com, atau nama toko Anda.

 

7. Perhatikan Umur Domain

Setelah memesan domain nantinya, harap perhatikan tanggal Anda memesan.

Karena, sistem pemesanan domain ini bersifat sewa (minimal 1 tahun). Jika setelah jatuh tempo tidak diperpanjang, domain Anda bisa saja diambil oleh pihak lain.

 

8. Tips Tambahan: untuk Anda yang memiliki brand.

Bila Anda memiliki brand dan basis pelanggan yang sudah tersebar, kami menyarankan untuk memesan tak hanya 1 ekstensi domain saja. Selain .com, pesan juga .id, .net, dan/atau.co.id lalu arahkan pada domain utama.

Misalnya, tokopedia.

Coba buka tokopedia.id, nanti Anda akan diarahkan ke tokopedia.com.

Selain itu, pesan pula domain yang kemungkinan terjadi kesalahan pengetikan oleh user.

Google.com menerapkan hal ini, saat Anda mengetikkan Gogle.com nantinya akan diarahkan pada Google.com. Tindakan ini dilakukan supaya visitor tidak ‘bocor’.

strixstrix
Answer

Cara Mengecek Ketersediaan Domain

 

Untuk domain dengan ekstensi TLD, cek di who.is.

Caranya, buka who.is dan masukkan domain pilihan Anda. Hasilnya seperti ini.

Jadi, domain gardaponsel.com masih dalam status tersedia.

Sementara, untuk ccTLD Indonesia, cek di pandi.id.

Caranya, buka pandi.id dan masukkan domain pilihan Anda. Hasilnya seperti ini.

Selamat mencoba!

Please login to reply