13 Ceklis SEO On Page

strixstrix
Question

Google wants the user to be happy when they visit your web page. Pernyataan menarik yang saya kutip dari neilpatel.com pada postingan The On-Page SEO Cheat Sheet.

Jadi, tiap halnya diupayakan untuk membuat pengunjung betah pada website dan pastinya membantu mereka menemukan apa yang mereka inginkan.

Ceklis ini disadur dari beberapa sumber, backlinko, neilpatel, ahrefs, searchenginejournal, dan sedikit pengalaman.

No

Ceklis

Sumber

1

Search Intent

ahrefs.com

2

Pagespeed

ahrefs.com, backlinko.com, neilpatel.com

3

Responsive

backlinko.com, neilpatel.com

4

Meta Tag

ahrefs.com, neilpatel.com, searchenginejournal.com

5

Title Tag

ahrefs.com, backlinko.com, searchenginejournal.com

6

Heading Tag

searchenginejournal.com

7

Permalinks

ahrefs.com, neilpatel.com, backlinko.com

8

Image Optimization

backlinko.com, searchenginejournal.com

9

Internal Link

backlinko.com

10

LSI Keyword

ahrefs.com, backlinko.com

11

Schema Markup

ahrefs.com

12

Dwell Time dan Bounce Rate

backlinko.com, searchenginejournal.com

13

Pantau Search Console (Crawlability)

ahrefs.com, neilpatel.com

strixstrix
Answer

1. Search Intent

Search intent berhubungan tujuan dari kata kunci yang diketikkan oleh netizen pada mesin pencari. Atau apa yang sebenarnya diharapkan oleh pengunjung dengan kata kunci yang ia ketikkan.

Terdapat 4 jenis dari intent, yakni informational, navigational, transactional, commercial investigation.

1) Informational: kata kunci “fungsi paracetamol” karena tujuannya ingin mendapatkan informasi.
2) Transactional: kata kunci “beli paracetamol” karena tujuannya berhubungan dengan transaksi (membeli).
3) Navigational: kata kunci “kimia farma web” karena tujuannya ingin ke website officialnya PT Kimia Farma.
4) Commercial Investigation: kata kunci “obat sakit kepala terbaik” karena tujuannya mencari referensi obat yang bagus berdasarkan ulasan dari website atau orang tertentu.

Bagaimana mengetahui search intent tiap kata kuncinya?

Tips dari ahrefs: Look at the current top‐ranking pages to better understand search intent, then act on it. Jadi, cara sederhananya: cek hasil SERP posisi teratas, lalu buat pula konten yang menyerupai kompetitor tersebut.

Bila hasil SERP mayoritas dalam bentuk list/daftar, buat pula seperti itu. Agar berbeda dari kompetitor Anda bisa menambahkan listnya, kedalaman materinya, atau menambah variasi kontennya.

Bila kompetitor hanya tulisan saja, Anda bisa tambahkan infografis di dalamnya.

search intent

 

2. Pagespeed

Pagespeed merupakan salah satu hal yang memengaruhi ranking di SERP. Sebagaimana yang disebutkan pada googleblog.com: today we're including a new signal in our search ranking algorithms: site speed.

Idealnya, suatu halaman website diakses kurang dari 4 detik saja.

Google menyatakan bahwa 53% pengguna akan meninggalkan halaman website jika waktu loadnya lebih dari 3 detik.

Beberapa tools yang bisa digunakan untuk mengecek serta mengetahui cara mengoptimalkannya, seperti PageSpeed Insigt Tools atau GTMetrix.

Sementara, langkah awal untuk mempercepat loading website, seperti menggunakan VPS, compress gambar, dan memindahkan beberapa JS ke footer.

Usahakan agar skor pagespeednya seperti ini.

pagespeed website

 

3. Responsive

Ceklis ini berkaitan dengan pengumuman resmi Google pada 26 Maret 2018 tentang mobile-first index.

Today we’re announcing that after a year and a half of careful experimentation and testing, we’ve started migrating sites that follow the best practices for mobile-first indexing.

Menyikapi hal ini maka setiap halaman website responsive.

Jadi, coba tes apakah website Anda sudah responsive atau belum. Tools yang bisa digunakan, yakni Mobile-Friendly Test dari Google.

tes mobile friendly

 

4. Meta Tag

Bagi pengguna Wordpress tentu sudah tak asing dengan kotak seperti gambar berikut, mengisi meta jadi lebih mudah dengan plugin SEO, baik itu Yoast, AIO, RankMath, atau plugin SEO lainnya.

Untuk tiap fieldnya sematkan kata kunci yang ditarget, baik pada title atau meta description.

meta tag seo

Kotak merah merupakan meta description, sementara atasnya merupakan judul (title).

meta description seo

strixstrix
Answer

5. Title Tag

Upayakan agar judul tersebut menarik untuk diklik. Judul yang menarik untuk diklik juga akan mempengaruhi CTR nantinya.

Tapi, sebaiknya jangan clickbait. Ya, tambahkan saja kata modifier, misalnya angka, terbaru, murah, gratis, 2020, hits, dan sebagainya.

Menurut Content Marketing Institutue menjelaskan jika judul yang memiliki angka di dalamnya menghasilkan peforma 45% lebih baik dibandingkan yang tidak menggunakannya.

 

6. Heading Tag

Heading tag ini berkaitan dengan struktur konten, biasanya yang digunakan adalah h2 dan h3. Pada h2 dan h3 ini pula kita sematkan kata kunci yang berhubungan dengan kata kunci utama.

Dengan struktur konten yang bagus, pengunjung juga akan lebih mudah memahami konten.

Misalnya, konten-konten Wikipedia dikemas dengan struktur yang cukup jelas beserta daftar isinya.

Sederhananya, ini merupakan bab dan subbab jika di dalam buku. Pembaca akan lebih mudah menemukan dan memahami poin-poin penting yang memang mereka cari.

Contohnya.

Cara Membuat Blog (h1)

               Cara Membuat Blog di Blogger (h2)

               ….

               Cara Membuat Blog di Wordpress (h2)

               ….

 

7. Permalinks

Ahrefs, Backlinko, dan NeilPatel menyarankan untuk menggunakan permalink yang singkat dan deskriptif.

Sebaiknya hindari URL yang panjang dan mengandung beberapa angka, seperti ini contohnya.

https://domainanda.com/p=12345

Untuk pengguna Wordpress ini bisa Anda atur pada bagian Setting > Permalink.

Pada praktik nanti, sebaiknya gunakan kata kunci utama untuk permalink ini.

Misalnya, kata kunci utama: paracetamol. Permalinknya domainanda.com/paracetamol. Di kontennya Anda membahas mulai dari manfaat, dosis, aturan pakai, dan sebagainya.

 

8. Image Optimization

Tiga optimasi untuk gambar:

  • gunakan nama file yang mengandung kata kunci
  • tambahkan alt text
  • compress gambar
  • Lazy Load

Cara menambahkan alt text, bagaimana?

<img src="https://ahrefs.com/blog/wp-content/uploads/2018/10/search-console-google-images.png" alt="search console google images">

Untuk lazy load Anda bisa menambahkan plugin di Wordpress.

 

9. Internal Link

Internal link merupakan link yang mengarahkan ke konten lainnya yang ada di website. Cukup 2-3 link saja.

Internal link ini cukup penting bagi Anda yang menggunakan sistem artikel pilar-pendukung. Agar artikel pendukung juga naik di SERP, perlu ditambahkan internal link dari artikel pilar ke pendukung.

Sebaiknya, halaman mana saja yang ditujukan internal link?

Ke halaman yang relevan yang bisa membantu pembaca memahami lebih lanjut mengenai topik yang sedang dibahas.

strixstrix
Answer

10. LSI Keyword

LSI atau Latent Semantic Indexing adalah sinonim atau persamaan kata dari kata kunci yang ditarget.

Adanya LSI keyword pada halaman website bisa mempertegas bahwa halaman ini erat kaitannya dengan kata kunci yang ditarget.

Anda bisa menemukannya melalui Google Suggest, Google Search Related, dan tools lainnya.

Google Suggest

lsi keyword dari google suggest

Google Search Relate

lsi keywords dari google search related

LSI keyword ini bisa Anda tambahkan di h2, h3, atau tengah paragraf.

 

11. Schema Markup

Adanya Schema markup membantu Google untuk memahami topik yang dibahas pada halaman website.

Selain itu, website dengan schema markup juga akan mendapatkan tampilan yang berbeda dibanding hasil SERP lainnya sehingga berpengaruh terhadap CTR nantinya.

Berikut adalah contoh salah satu website yang menerapkan Schema.

contoh penggunaan schema markup

Selengkapnya mengenai schema markup bisa diulik-ulik disini: Schema.org.

 

12. Dwell Time dan Bounce Rate

Dua indikator ini bisa Anda amati melalui dashboard Google Analytics. Arahnya lebih bagaimana cara kita mengoptimalkan agar user experience halaman website bagus.

Dwell time merupakan waktu yang dibutuhkan oleh pengunjung berada di suatu halaman website hingga ia balik lagi pada SERP.

Bounce rate merupakan persentase ketika pengunjung hanya membuka satu halaman website saja.

Dwell time dan bounce rate dapat dimaksimalkan dengan meningkatkan kualitas konten serta menambahkan materi tambahan agar user betah di website, misalnya berbentuk infografis atau embed video.

Adanya internal link pada website juga cukup ampuh menurunkan angka bounce rate.

Idealnya ada di angka berapa?

Beberapa sumber yang dapat dipercaya menyebutkan bounce rate di angka 60-80% bisa dikatakan aman.

 

13. Pantau Berkala Search Console

Hal yang tak boleh Anda lupakan berikutnya dengan memantau search console.

Disini Anda dapat memantau error serta melakukan validasi bila telah diperbaiki, misalnya soft 404, Submitted URL blocked by robots.txt, dsb.

dashboard search console

Semoga bermanfaat!

 

Please login to reply