Algoritma Google: Peran dan Cara Menyiasatinya

strixstrix

Memahami tentang berbagai jenis list algoritma Google menjadi salah satu hal yang penting karena berpengaruh pada kelangsungan blog atau situs web yang dimiliki.

Dan saat ini ada sekitar 8 list Algoritma Google yang ada dan terupdate. Apa sajakah itu? Berikut ini penjelasannya.

 

Algoritma?

Algoritma merupakan suatu penentuan definitive yang digunakan untuk menghitung, memproses data, serta pelaksanaan analisa otomatis.

Jadi, algoritma Google nantinya akan menebak makna dari keyword tersebut dan kemudian mencari jawabannya dalam indeks yang sesuai.

Sembilan algoritma yang akan dibahas, di antaranya:

1. Google BERT
2. Google Panda
3. Google Penguin
4. Google Hummingbird
5. Google Pigeon
6. Google Mobile
7. Google RankBrain
8. Google Possum
9. Google Fred

strixstrix

1. Google BERT

BERT merupakan kepedekan dari Bidirectional Encoder Representations from Transformers. Algoritma BERT menggunakan teknik natural language processing untuk mendapatkan relevansi pencarian yang lebih baik. 

Peran

Dengan algoritma ini, Google akan memahami kata kunci sebagai sebuah konteks kalimat. Dengan hal ini Google akan memberikan hasil pencarian yang lebih tepat dan akurat.

Cara Menyiasatinya

Buat konten yang memang membantu para pengunjung untuk menemukan apa yang sebenarnya mereka cari, dalam hal ini pahami search intent. Teknologi Google semakin canggih untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

 

2. Google Panda

Algoritma ini dirilis pada 24 Februari 2011, dimana fokus utamanya adalah mengenai duplikasi atau plagiat, spam user-generated, thin-content, serta keyword stuffing.

Peran

Google Panda dilengkapi dengan Quality Score untuk halaman website/page. Skor inilah yang akan menjadi faktor peringkat dalam mesin pencarian Google.

Awalnya Panda ini adalah filter yang bukan menjadi bagian dalam peringkat Google. Namun pada bulan Januari 2006, secara resmi Google Panda dimasukkan ke dalam algoritma Google.

Seiring dengan berjalannya waktu menjadi faktor penalti Google untuk website yang melakukan spam.

Cara Menyiasatinya

Lakukan pemeriksaan website secara rutin dengan menghapus serta mengubah konten buruk menurut Google Panda. Perihal konten buruk, seperti duplikasi konten, thin-content, dan penempatan keyword berlebihan.

Untuk bisa mengerjakan hal ini anda bisa memanfaatkan beberapa software maupun tools yang tersedia di internet, salah satunya Copyscape.

Lalu, cermati pula kalimat per kalimat pada konten, apakah terdapat pengulangan keyword yang kurang pas.

Untuk duplikat tidak hanya dengan website lain, namun juga dengan website sendiri.

Salah satu contohnya, url http://domainanda.com/artikel/ dan https://domainanda.com/artikel/. Dua URL ini dapat diakses dan memiliki konten yang sama bisa mengakibatkan duplikat konten.

Solusinya dengan redirect setiap http ke https.

 

3. Google Penguin

Algoritma ini dirilis pada 24 April 2012 dengan fokus utamanya adalah menangani link tidak relevan atau sifatnya spam serta anchor text berlebihan.

Peran

Tujuan dari Google Penguin untuk menurunkan peringkat situs yang memiliki tautan manipulatif. Sejak di akhir tahun 2016, Google Penguin menjadi bagian dalam algoritma inti Google.

Cara Menyiasatinya

Anda bisa memantau bagaimana pertumbuhan profil link atau tautan-tautan milik anda. Jalankan audit rutin dan memeriksa backlink.

Anda bisa menggunakan tools online pemeriksa backlink, beberapa diantaranya tersedia free atau gratis. Bila ada backlink yang mencurigakan Anda bisa melakukan disavow dengan Google Search Console.

 

4. Google Hummingbird

Diupdate pada tahun 2013, sasaran dari algoritma ini adalah memberikan informasi dengan cepat dan akurat.

Selain itu, Google Hummingbird juga menghindari konten-konten yang sekedar memperbanyak keyword di dalam artikel.

Peran

Hummingbird memberikan penekanan di pencarian (query) dalam bahasa sehari-hari.

Hasil realnya adalah Google dapat menentukan peringkat sebuah konten meskipun di dalamnya tidak terdapat kata/frase tepat sesuai pencarian. Hal ini mempertimbangkan konteks, istilah, makna, pengindeksan, hingga sinonim sebuah keyword.

Bukan hanya itu, Hummingbird pun juga membantu penelusuran menjadi lebih akurat.

Google dapat masuk lebih dalam di halaman maupun konten tertentu. Tak hanya sekedar menunjukan halaman utama pada sebuah situs web.

Cara Menyiasatinya

Pahami search intent dan matangkan keyword research namun tetap fokus pada konsep tidak hanya sekedar pada penempatan keyword.

Lalu, usahakan untuk menulis secara natural dibandingkan hanya menempatkan keyword yang tidak sesuai atau diluar konteks

Perluas penggunaan sinonim serta istilah lain yang sama (LSI Keywords). Hal ini bisa didapatkan misalnya dengan Google Search Related, Google Suggestion, atau tool lainnya.

 

strixstrix

5. Google Pigeon

Dirilis pada 24 Juli 2004, Google Pigeon ini memiliki fokus utama pada kualitas on-page dan off-page SEO.

Peran

Google Pigeon dapat mempengaruhi hasil pencarian yang disesuaikan dengan lokasi pengguna.

Update algoritma ini dapat menciptakan hubungan antara algoritma inti dan lokal menjadi lebih baik. faktor SEO digunakan dalam menentukan hasil pada peringkat lokal.

Coba ketikkan beberapa keyword mengenai jasa pada browser Anda. Secara otomatis selain tampilan SERP berbentuk list website, akan ada pula list maps yang disesuaikan dengan lokasi terdekat, inilah SEO lokal.

Cara Menyiasatinya

Dengan tools website auditor yang akan memberikan analisa on-page analysis. Anda dapat melihat aspek manakah di dalam halaman situs milik anda yang perlu dioptimasi.

Bila Anda merupakan bisnis yang berbasis lokal, misalnya khusus kota Bekasi, dsb jangan lupa untuk mendaftarkan bisnis ke Google.

 

6. Google Mobile

Sasaran dari algoritma Google ini adalah untuk mengurangi dukungan kepada situs-situs yang kurang mobile friendly maupun tidak mendukung tampilan smartphone atau tablet.

Peran

Pembaruan Google Mobile memastikan jika web page mobile-friendly berada di peringkat teratas dalam pencarian dari perangkat seluler.

Jadi, web page yang tidak optimal untuk seluler akan defiler dari SERP dan mendapatkan peringkat bawah. Jadinya, peluang halaman website tersebut diakses pengguna akan semakin kecil bahkan hampir dikatakan mustahil.

Cara Menyiasatinya

Untuk menanganinya maka website anda haruslah “go-mobile” serta fokus terhadap kecepatan dan kegunaannya.

Gunakan tool Google Mobile Friendly untuk menguji apakah website yang anda miliki telah mobile-friendly atau tidak.

Alat ini pun juga membantu melihat aspek manakah dari versi seluler halaman website anda yang harus diperbaiki.

Jadi, membuat website responsif sudah kewajiban.

 

7. Google RankBrain

Dirilis pada 26 Oktober 2015, Google RankBrain ini memiliki fokus utama mengenai soal kekurangan pada fitur-fitur pendukung query atau pencarian yang spesifik, user experience yang buruk, serta konten yang dangkal.

Peran

RankBrain merupakan algoritma dengan sistem AI yang membantu Google dalam memahami makna dari query serta menyajikan hasil pencarian yang relevan atau sesuai dari pertanyaan yang diajukan.

Google akan menganggap jika RankBrain adalah faktor peringkat yang paling penting. Bahkan Google menempatkan algoritma ini menjadi faktor terpenting ketiga dalam menentukan ranking SERP.

Cara Menyiasatinya

Pahami perihal search intent. Fokus pada penyajian konten yang memang dibutuhkan oleh pembaca.

Caranya dengan melakukan riset konten mendalam serta memperkaya kosa kata yang sesuai (LSI) dalam penulisan artikel.

 

8. Google Possum

Algoritma Google ini memiliki fokus utama mengenai soal penempatan kompetisi yang sesuai lokasi yang sudah ditargetkan.

Peran

Algoritma Possum ini membatu pengayaan hasil pencarian lokal. Sinyal yang diperhatikan Google Possum ini adalah posisi pencari atau penelusur. Seberapa dekat pencari dengan suatu alamat hingga preferensi penelusur terhadap bisnis tersebut.

Pencarian dalam algoritma inipun juga dapat menghasilkan diferensasi search result, bahkan meskipun dalam query yang hampir sama.

Cara Menyiasatinya

Perluaslah daftar keyword yang anda miliki serta lakukan pelacakan peringkat dengan menggunakan lokasi khusus. Selain itu, daftarkan pula usaha Anda ke Google Business.

9. Google Fred

Dirilis pada tanggal 27 Maret 2017, fokus utama algoritma ini adalah mengenai thin-content/konten yang dangkal serta affiliate yang jumlahnya terlalu banyak ataupun terlalu terpusat terhadap iklan.

Peran

Hal yang terbaru dari pembaruan ini adalah Fred menargetkan website-website yang melakukan pelanggaran pada pedoman Webmaster Google.

Sebagian besar website yang terkena dampaknya merupakan blog yang memiliki postingan berkualitas rendah yang hanya dibuat dengan tujuan menghasilkan pendapatan dari iklan.

Cara Menyiasatinya

Tinjau bagaimana website anda, jika memang menampilkan iklan maka pastikan jika halaman mereka memiliki kualitas tinggi serta menawarkan informasi yang membantu para pengunjung.

Lalu, pelajari pula tentang Google Webmaster dan bagaimana memanfaatkannya.

Semoga bermanfaat.

 

Please login to reply